​FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN RADEN INTAN LAMPUNG GELAR PENELITIAN BERSAMA DENGAN KABUPATEN PESISIR BARAT​


 

TIM peneliti Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung bersama Tim dari Universitas Lampung melakukan kajian akademis rekonstruksi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung pada Minggu, 10 sampai 15 Desember 2017.

Secara umum, tujuan dari diselenggarakannya kajian ini adalah mengetahui dampak peningkatan turis asing terhadap penguatan karakter masyarakat di daerah wisata bahari Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar).

Selain itu, tujuan khususnya untuk mengetahui secara deskriptif kesiapan masyarakat Kabupaten Pesbar dalam menerima wisatawan asing yang datang ke daerah tersebut dengan tetap mempertahankan nilai-nilai adat sebagai bagian dari kearifan lokal.

Tidak hanya itu, lebih jauh kajian yang dilakukan oleh tim peneliti bersama pemerintah daerah Pesbar tersebut bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh budaya asing terhadap tatanan lokal masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung, serta untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam menangkal budaya negatif yang di bawa wisatawan asing di daerah Pesbar.

Penelitian ini di ketuai oleh Dr. Erlina Rufaidah, S.E., M.Si. dari Universitas Lampung, Dr. Nanang Supriadi, M.Si sebagai sekretaris, Dr. Yuberti, M. Pd, selaku bendahara. Disamping itu, dekan fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Chairul Anwar, M. Pd., ketua unit Riset dan Publikasi Ilmiah (URPI), Antomi Saregar, M. Pd., M. Si., serta beberapa dosen lainnya juga turut terlibat dalam penelitian ini.

Antomi saregar, M.Pd., M. Si sebagai salah satu anggota tim mengatakan, “jumlah wisatawan asing di provinsi Lampung semakin meningkat setiap tahunnya, tujuan utamanya adalah ke wilayah Pesisir Barat. Nah, seiring dengan banyaknya turis yang berdatangan, maka disinyalir akan mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat sekitar. Karena itu, perlu ada kajian serius terkait itu agar kearifan lokal budaya masyarakat setempat bisa terjaga dari serangan budaya asing yang masuk,” paparnya saat di temui reporter URPI.

Hasil dari kajian ini dapat digunakan sebagai dasar bagi pemerintah Kabupaten Pesbar menyusunan kebijakan dalam bidang pendidikan. Selain itu, dasar kajian ini bisa dijadikan sebagai entry point implementasi good character masyarakat di kabupaten Pesisir Barat, juga sebagai deskriptor pola pembangunan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. (Debi Pranata)