Putus Rantai Trauma dan Pelecehan Seksual, HMPS PIAUD UIN Raden Intan Lampung Gelar Seminar Nasional Kesehatan Mental

BANDAR LAMPUNG (Humas Tarbiyah) – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung sukses menggelar Seminar Nasional bertajuk “Mental Health Matters: Memutus Rantai Trauma dan Pelecehan Seksual Demi Generasi yang Sehat dan Berdaya”. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (18/05/2026) ini bertempat di Gedung GSG Fakultas Syariah dan menghadirkan psikolog sekaligus akademisi, Gian Fitria A., S.Psi., M.Pd., sebagai narasumber utama untuk membedah urgensi pemulihan psikologis di era modern.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PIAUD, dr. Heni Wulandari, M.Pd.I., menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi krusial dalam mencetak Generasi Emas. Beliau menyayangkan masih maraknya kasus pelecehan seksual, bullying, dan kekerasan di media massa yang dapat menghambat generasi muda dalam meraih cita-cita. Melalui seminar ini, beliau berharap tercipta lingkungan belajar yang aman dan produktif. Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III, Dr. Heru Juabdin Sada, M.Pd.I., yang hadir memberikan sambutan mewakili Dekan, sekaligus membuka acara seminar ini secara resmi. Dalam arahannya, Dr. Heru mengapresiasi tinggi inisiatif ini dan mengingatkan bahwa penyakit mental di era siber sering dipicu oleh fenomena hoax dan bullying yang viral. Beliau juga menyoroti keterbatasan psikolog klinis di Lampung yang hanya berkisar 20 orang, sehingga edukasi preventif seperti ini sangat mendesak untuk dilakukan di lingkungan sekolah dan kampus.

Sebagai inti acara, Gian Fitria A., S.Psi., M.Pd., memaparkan materi komprehensif mengenai batasan kesehatan mental menurut WHO, yang mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial. Dalam presentasinya, ia mengupas tuntas karakteristik individu dengan mental sehat serta dampak laten dari trauma masa kecil yang tidak disembuhkan. Menurutnya, trauma akibat kekerasan, pengabaian, maupun pelecehan seksual sering kali termanifestasi kembali secara negatif saat seseorang dewasa. Selain itu, peserta juga dibekali edukasi mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual—mulai dari verbal, non-verbal, fisik, hingga siber (cyber harassment)—serta pentingnya memahami konsep persetujuan (consent) guna memutus mata rantai trauma demi melahirkan generasi masa depan yang tangguh dan berdaya.

Acara seminar nasional ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta yang didominasi oleh mahasiswa berkonsultasi mengenai penanganan trauma dan menjaga kesehatan mental di lingkungan akademik.

Related Posts:

Edit Template

Developed by Admin Tarbiyah Faculty, new Update @15 June 2026

Template with Royal Elementor